Kamis, 26 November 2009
Muiz_Tips Pertama Lanjutan_Hari Ke-3
Kata-kata korupsi sering kali terdengar ditelinga, kapanpun dan dimanapun. Di stasiun televisi manapun kita sering melihat dan menyaksikan banyaknya pejabat yang terkena kasus korupsi. sungguh berbahaya memang penyakit korupsi ini, apalagi sudah menjadi tradisi di setiap instansi, bahkan melekat pada setiap individu. Saya khawatir dan takut jika menyakit ini sudah berurat dan mengakar kuat dalam diri seseorang maka yang terwujud bukanlah kesejateraan, kedamaian, kemakmuran, tetapi pengangguran, kemiskinan, kemelaratan, tindakan kriminal, dan yang berujung kepada kesengsaraan secara permanen.
Marilah kita berdo’a mudah-mudahan pada saat ini kita memang terpimpin oleh seorang pemimpin yang benar-benar tidak menghendaki adanya korupsi dan hal-hal lainnya yang memang dianggap menyimpang dari kebenaran dan mampu di sapu bersih tak bersisa sedikitpun. Namun tampaknya do’a saja belum cukup bagi kita agar bisa terbebas dari penyakit ini. Walaupun kita bukanlah orang yang mempunyai wewenang untuk menindak setiap ketidakadilan yang muncul, termasuk korupsi didalamnya, marilah kita segenap tenaga mulai menyingsingkan lengan baju untuk menerapkan budaya yang membenci korupsi terhadap generasi muda pada saat ini kapanpun dan dimanapun.
Mudah mudahan apa yang kita lakukan mampu memberikan perubahan meskipun tidak langsung dapat kita lihat dan rasakan kamanfaatannya dalam waktu dekat. Namun apa yang kita cita-citakan mampu terwujud kelak bagi generasi selanjutnya yaitu anak dan cucu kita nanti. Amien...........
Muiz_Tips Pertama_Hari Ke-3
Apakah kita pernah membayangkan hal itu? Dan apakah kita pernah melihat cicak yang menangis karena tidak bisa mendapatkan makanannya yang pada umumnya adalah hewan yang bisa terbang dan bersayap. Lantas samakah dengan kita { manusia } yang berjalan di bumi ini? yang biasa mencari makanan atau nafkah yang ada di muka bumi ini ? meskipun tak punya sayap tapi manusia mempunyai akal. Dengan akalnya manusia bisa terbang seperti burung, bisa menyelam seperti ikan, bisa menembus bumi seperti cacing, dan masih banyak lagi keunggulan manusia dibandingkan dengan yang lainnya.
Lalu kenapa manusia banyak sekali yang cepat putus asa dan harapan, ketika tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Ada sebagian orang yang mau bunuh diri bahkan membunuh anaknya, karena tidak bisa makan dan takut anaknya kelaparan. Sebagian orang ada yang rela menjual diriya karena takut hidup dengan kemiskinan. Rupanya ketakutan dan keputusasaan sering sekali hinggap dalam diri manusia, padahal manusia adalah mahluk sempurna dengan segala kelebihannya.
Benarlah jika kita harus mau belajar dari apapun dan siapapun termasuk cicak. Cicak dengan segala keterbatasannya tidak pernah putus asa, apalagi bunuh diri karena memikirkan keterbatasannya dalam menghadapi persoalan hidup yang menyangkut soal makanan {ekonomi}. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas cicak bukanlah mahluk yang bisa terbang sehingga dengan mudah mendapatkan mangsanya. Tidaklah demikian kenyataannya, sehingga kita menganggap bahwa cicak tidak pernah punya masalah dalam hidupnya.
Semua mahluk yang ada di muka bumi ini pasti mempunyai masalah dalam perjalanan hidupnya. Namun hanya orang yang mampu menjadikan masalah dalam hidupnya sebagai tantangan dan bukannya menjadikannya sebagai hambatan yang mampu bertahan berdiri kokoh, kuat, dan mampu berdiri sebagai pemenang.
Rabu, 25 November 2009
AbdulMuiz_Tips Lanjutan Pertama_Hari Ke-2
Pertanyaan seperti itu mungkin pernah hinggap dalam benak setiap manusia, dan biasanya itu muncul ketika orang baru mencapai usia puber. Dimana seseorang berusaha mencari jati diri hidupnya.
Pada waktu inilah seseorang membutuhkan bimbingan dari orang yang berpengalaman dalam hidup, orang yang telah mersakan manis pahitnya kehidupan, serta pengajaran bagaimana seseeorang menjalani hidup dan memandang hidup ini dengan benar. Sehingga tidak terjadi yang namanya penyesalan dalam hidup yang selalu ada pada akhir kejadian. Peran guru juga orang tua serta orang-orang yang ada diilngkungan mampu memberikan perubahan dan bimbingan kearah yang yang tidak menyimpang, berbelok, menyesatkan bahkan jauh dari agama.
Orang yang ada pada masa ini memang rentan terhadap hal-hal yang buruk yang ada pada sekitarnya. Apa yang mereka lihat, dengar, rasakan serta yang mereka alami akan selalu memberikan warna bagi keoribadiannya. Apakah warna tersebut putih, hitam, kuning,ataupun bahkan campuran. Karena secara fisik mereka adalah apa yang mereka makan. Dan secara psikologis mereka adalah apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan.
Orang yang telah tidak muda alias orangtua hendaknya mau membagi pengalaman hidunya, dan tidak menjerumuskan orang yang lebih muda kearah yang mereka sendiri tidak menginginkan dan baru menyesal dikemudian hari, dengan tujuan agar nasib mereka sama dengan dirinya.
Itu sungguh suatu sikap yang yang tidak terpuji, dan berbahaya bagi kaum muda yang sedang berusaha mencari jati diri hidupnya. Itu adalah suatu penyakit hati yang perlu dikikis habis keakarnya dan jangan dibiarkan tumbuh dan berkembang dalam setiap diri oarng tua. Bagi anak muda hendaklah berhati-hati dalam mencari teman, karena kerap kali pengaruh teman memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan mental atau psikologis.
Dapatlah dijawab semua pertanyaan diatas jika kita berusaha untuk mengantisipasi semua hal tersebut dengan belajar pada pengalaman orang tua, dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk baik dari lingkungan, teman dan yang lainnya. Selalu berusaha berjalan secara lurus, positif, gigih, pantang menyerah, serta tidak putus asa. Usaha yang kita lakukan hendaknya pula dibarengi dengan berdo’a pada Tuhan, dan serahkan semua hasil yang ingin dicapai, karena semua yang kita anggap baik itu, belum tentu baik menurut pandangan Tuhan.
AbdulMuiz_Tips Pertama_Hari Ke-2
Kita selalu berusaha untuk menjadi berbeda dengan orang lain, dengan harapan mampu meraih kesuksesan yang lebih besar dari orang lain, atau bahkan lebih dulu, namun tak mau mengerjakan hal-hal yang berbeda dengan orang lain. Itu sungguh aneh sekali dan tak masuk akal. Janganlah sekali-kali kita menggantungkan harapan pada harapan saja. Kita butuh harapan sebagai motivasi dalam hidup, pendorong, penyemangat, sehingga kita mau membuat langkah kongkrit dan menyusun strategi dalam rangka meraih cita-cita yang kita dambakan selama ini.
Lihatlah bumi yang selalu berputar mengelilingi matahari, matahari yang selalu memberikan kehangatan, perputaran siang dan malam. Bukankah itu semua mengajarkan pada kita bahwa hidup jangan pernah berhenti, terganjal, bahkan mundur. Karena kalau kita berhenti sedikit saja maka kita tertinggal dengan sendirinya. Masalah boleh ada, hambatan selalu mengiringi langkah hidup, kesukaran dan kebingungan selalu hinggap, namun itulah hidup. Hidup harus terus maju dan pantang mundur. Hidup akan selalu mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang dewasa, kuat, matang, serta tidak lemah dan rapuh. Namun itu semua kembali kepada pribadi masing-masing, apakah kita mau membuat perubahan, dan mau mengubah cara pandang setiap masalah yang menghadang dan melekat erat kuat dalam benak ini.
Manusia yang hebat adalah manusia yang selalu berusaha selangkah lebih maju dari orng lain. Tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai, apalagi sombong. Karena ingat waktu selalu berubah, sehingga perubahan yang kita lakukan harus senantiasa berkelanjutan mengiringi perubahan waktu juga.
Selasa, 24 November 2009
muiz_tips yang pertama lanjutan _hari ke -1
Berbahagialah orang yang bisa berkumpul dengan keluarganya secara utuh yang bisa dilakukan setiap saat dalam kehidupannya sehari-hari. Kita akan merasa saying pada keluarga memang ketika kita berada jauh dari rumah dan tidak lama ketemu, padahal kalau kita sering bertemu belum tentu kita kangen kepada keluarga. Memang hal tersebut kerap kali kita alami, sehingga tidak bisa terelakkan lagi. Rasa kangen memang sesuatu anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada mahluk-Nya. Setiap orang pasti meiliki perasaan seperti itu meskipun kita tahu suka ada orang tua yang galak pada anaknya ,namun padahal dalam hatinya jauh berbeda dengan apa yang tampak dengan mata.
Rupanya banyak syukur perlu kita limpahkan kepada Tuhan yang telah menganugerahkan persaan yang seperti ini dan kita telah diberi kesempatan untuk bisa berkumpul dengan keluarga sebanyak mungkin, tanpa harus menunggu satu tahun sekali pad hari raya, ataupun jauh-jauh pulang kampung dengan biaya yang tidak sedikit, dan banyak memakan tenaga, emosi dan lain-lainnya.
Marilah kita sejenak berpikir tanpa terlau muluk dan dalam atas nikmat yang telah diberikan pada kita seperti rasa kangen yang kita milki ini. sungguh luar biasa memang perasaan ini mampu membuat orang tadinya marah bisa kembali baik, orang yang tinggal jauh dari kampungnya bisa berkumpul dan bersilaturrahim dengan kerabat baik jauh ataupun yang dekat. Sehingga tidak pantasla jika orang tidak mau bersyukur kepadaNya.
muiz_tips pertama _hari ke -1
Keringat sudah bercucuran, dahaga menusuk tenggorokan karena terus berlari-lari, badan menggigil kedingin, perut keroncongan sudah tak karuan. Saya putus asa dengan keselamatan jiwa sendiri, karena tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan diri.
Malam tersebut angin bertiup kencang, suara serigala mengaung dengan keras, pohon-pohon bergetar dan saling beradu dan bergesekan sehingga menimbulkan suara yang sangat aneh.
Lengkap sudah ketakutanku menjadi sesuatu yang tidak pernah diimpikan oleh setiap orang dalam hidupnya, dan mungkin tidak ada orang yang pernah mengalami hal ini seperti yang saya alami. Sungguh ketakutan yang luar biasa memang karena kondisi seperti ini bisa menjadikan seseorang drop atau lemah baik secara fisik ataupun mental.
Dalam kondisi seperti ini saya tidak bisa berpikir secara panjang dan lebar, namun yang ada hanyalah kebingungan dan kekhawatiran karena kondisi saya yang tidak mustahil akan segera menghadapi kematian. Dan yang saya sesalkan adalah saya masih banyak dosa terutama pada kedua orang tua saya.Dan saya belum sempat untuk bertobat dengan sepenuh hati, lembaran kelam kehidupan ini menjadi momok yang sangat menakutkan ketika dibandingkan dengan ketakutan yang saya hadapi. Kematian tinggalah kematian, namun apakah setelah kematian ini saya akan bisa berada disisi-Nya tanpa harus masuk neraka terlebih dahulu.
Akhirnya dalam ketakutan yang sungguh luar biasa itu, saya mengucap tobat kepada Allah atas segala kehilafan yang saya pernah lakukan baik secara disengaja ataupun tidak.Saya berdo’a dengan sangat mengharapkan untuk diberi kesempatan kedua untuk mengubah lembaran kehidupan selanjutnya.
Sabtu, 21 November 2009
Hasil Analisis Makalah
ANALISIS MAKALAH
GERAKAN PEMURNIAN WAHABI : MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB
{1115 – 1206/1701 – 1793}
Dalam rangka melengkapi perkuliahan mata pelajaran TPKI kepada dosen kami yaitu bapak :
Mulyawan S. Nugraha, M.Ag,M.Pd.
Oleh : Abdul Muiz
Jurusan : PAI
Kelas : 3A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SUKABUMI {STAI}
Makalah adalah sebuah karya tulis yang dimana penulisannya mempunyai sistematika tersendiri dari segi penyusunanya dan tidak bisa asal jadi. Sehingga mengetahui bagaimana sistematika penyusunannya sangat penting bagi siapa saja. Terutama ilmuwan yang memposisikan diri sebagai komunikator pengetahuan kepada banyak orang.
Sehingga setelah saya meneliti makalah ini dengan seksama dan penuh ketelitian. Akhirnya saya menemukan hal-hal yang tidak sesuai dalam penyusunannya, baik yang dari sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan.
Adapun hasil analisis makalah yang saya tinjau dari sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan ialah sebagai berikut :
- Tidak ada halaman sampul depan
- Tidak ada maksud penelitian yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah tertentu dan tahun tertentu.
- Tidak uaraian singkat dalam rangka apa makalah ini dibuat.
- Pernyataan terima kasih kepada pembimbing/guru/orang lain yang dipandang telah embantu dalam penyusunan makalah ini tidak ada.
- Pernyataan keterbukaan penulis terhadap kekurangan dan rasa tanggung jawab terhadap setiap kesalahan pada makalah ini tidak ada.
- Masih adanya kesalahn peletakan yanda baca pada sebagian teks
- Di dalam makalah ini tidak ada penomoran bab. Seperti: BAB I, BAB II, BAB III,....dst.
- Pendahuluan semestinya menjadi suatu bab bukan sub bab dari judul makalah
- Karena pendahuluan adalah bab, maka pendahuluan seharusnya ditulis dengan huruf kapital semuanya
- Di dalam pendahuluan makalah ini tidak ada rumusan masalah dan tujuan penulisan. Yang ada hanya latar belakang masalah saja
- Penomoran halaman pada bagian pendahuluan semestinya menggunakan angka romawi dan diketik pada bagian tengah bawah
- Pada makalah ini sebagian dari pendahuluan diketik satu halaman dengan isi. Semestinya tidak
- Sub-sub bab pada suatu makal semestinya di ketik dengan menggunkan huruf kapital semua. Sedangkan pada makalah ini tidak
- Antara sub bab dengan kalimat di bawahnya dan rincian dari sub bab dan seterusnya dalam makalah ini tidak berjarak 1,5 spasi seperti yang semestinya
- Bagian penutup seharusnya menjadi halaman pertama pada bab yang terakhir dan tidak berada satu halaman dengan sebagian isi.
- Untuk bagian penutup bisa lebih di perjelas dengan sub bab berupa simpulan lalu di tambah dengan saran
- Secara keseluruhan, makalah ini tidak mempunyai bagian utama yang seharusnya dimilikii suatu karangan ilmiah yaitu bagian awal, bagian teks, dan bagian akhir yang baik dan sesuai dengan ketentuan. Seperti tidak adanya daftar pustaka. Walaupun sudah ada catatan kaki. Tidak ada cover, halaman judul, halaman kata pengantar, dan halaman daftar isi.
- Struktur kalimat yang di gunakan seharusnya lebih diperhatikan juga. Karena pada saat saya membacanya ada sesuatu yang tidak enak.
- Ada kalimat topik yang yang terlalu rinci sehingga menyebabkan tidak adanya lagi informasi. Contoh : “berkat bimbingan kedua ibu bapaknya, ditambah dengan kecerdasan otak dan kerajinannya, muhammad bin Abdull wahhab telah berjaya menghafal al-Quran 30 juz sebelum berusia 10 tahun.”
- Kata-kata yang digunakan masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia yang baik.
- Kalimat penyimpulnya juga tidak ada
- Keutuhan dan keruntutannya juga tidak ada, karena tidak ada penjelasan secara tuntas terhadap kalimat topik
- Keruntutan dari paragraf satu ke paragraf yang lainnya juga aga sedikit kacau. Seperti keruntutan berdasarkan atas tingi rendahnya derajat nilai butir-butir pikiran.
- Pengetikan kata-kata yang banyak huruf-huruf yang ketinggalan menandakan kurangnya ketelitian pada saat mengetik.
- Pada bagian awal isi pembahasan dan beberapa pada bagian tengahnya, banyak sekali paragraf-paragraf yang hanya terdiri dari satu atau dua kalimat saja. (Lihat uraian dari bagian B. Biografi Muhammad bin Abdul Wahhab)
- Paragraf-paragraf tersebut tidak memenuhi unsur-unsur dalam satu paragraf, seperti: kalimat-kalimat penujang. Karena hanya ada satu kalimat saja.
Kita akui bahwa gerakan Wahabi telah berhasil mengembalikan umat Islam kedalam Aqidah yang murni yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw pada waktu itu. Namun barangkali kelemahan golongan Wahabi adalah semangat antirasionalismenya yang kelewat jauh, sehingga ijtihad yang dikumandangkannya tidak begitu efektif lantaran tidak diberikannya tempat yang wajar bagi intelektuaklisme.
PENUTUP
Alhamdulillah akhirnya analisis makalah “GERAKAN PEMURNIAN WAHABI : MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB” dapat selesai. Namun mengingat keterbatasan yang dimiliki dalam hal menganalisis saya mohon maaf sebesar-besarnya. serta kritik dan saran yang membangun selalu saya harapkan.
Senin, 26 Oktober 2009
TUGAS 1
Pada suatu pagi, saya bersama teman-teman pergi ke sebuah majelis untuk mengikuti proses belajar-mengajar Bahasa Arab. Dengan penuh semangat kami bergegas tanpa menundanya sedikitpun untuk hal-hal lain. Ketika tiba di sana kami dengan sabar menunggu kedatangan sang guru. Namun setelah sekian lama menunggu, belum juga kunjung datang. akhirnya kami sepakat untuk kembali ke asrama masing-masing.
Adzan dhuhur berkumandang pada pukul. 12.00.WIB, saya, begitupun juga dengan yang lainnya bersiap-siap pergi ke kamar mandi karena mau berangkat ke sekolah. Pada hari itu kebetulan wali kelas kami mengajar pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas. Tak disangka wali kelas kami mengeluarkan pernyataan “ bahwa murid yang tidak mengikuti pelajaran Bahasa Arab tadi pagi akan mendapatkan hukuman, bagi laki-laki semuanya rambut di kepalanya harus dipotong habis tak tersisa. Dan bagi wanita harus mengambil batu dari sungai dengan jumlah seratus buah”. Kami semua berusaha untuk menjelaskan masalah tersebut namun wali kelas kami tetap tak menghiraukannya dengan alasan guru Bahasa Arab sudah datang namun tak ada seseorangpun yang hadir. Dengan berat hati kami semua yang laki-laki harus merelakan kehilangan rambutnya alias botak.
Kami dikumpulkan di suatu tempat untuk menjalani hukuman. Suara mesin pencukur rambutpun terdengar ditelinga. Satu demi satu mulai kehilangan rambutnya, termasuk saya yang mendapat giliran terakhir. Meskipun malu kami tidak boleh memakai penutup kepala bahkan peci sekalipun. Saya sering tertawa melihat kepala teman saya gundul, begitupun juga yang lainnya ketika melihat kepala saya. Apalagi kakak kelas dan adik kelas kami pasti selalu tertawa, ketika melihat sekumpulan orang-orang gundul yang berbaju putih dan bercelana abu-abu pergi berangkat sekolah secara berjamaa’ah, katanya seperti sekumpulan permen Polipop / mikropon yang bisa jalan sendiri.
Hal itu masih teringat dalam benak dan memang itu pengalaman yang lucu. Karena kepala kita bisa botak bareng-bareng. Saya masih bisa tertawa sampai saat ini, ketika melihat photo-photo yang terjadi pada masa dulu. Dan seingat saya itu terjadi pada hari rabu ketika baru menginjak kelas 1 SMA tahun 2005 di Cianjur.