ANALISIS MAKALAH
GERAKAN PEMURNIAN WAHABI : MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB
{1115 – 1206/1701 – 1793}
Dalam rangka melengkapi perkuliahan mata pelajaran TPKI kepada dosen kami yaitu bapak :
Mulyawan S. Nugraha, M.Ag,M.Pd.
Oleh : Abdul Muiz
Jurusan : PAI
Kelas : 3A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SUKABUMI {STAI}
Makalah adalah sebuah karya tulis yang dimana penulisannya mempunyai sistematika tersendiri dari segi penyusunanya dan tidak bisa asal jadi. Sehingga mengetahui bagaimana sistematika penyusunannya sangat penting bagi siapa saja. Terutama ilmuwan yang memposisikan diri sebagai komunikator pengetahuan kepada banyak orang.
Sehingga setelah saya meneliti makalah ini dengan seksama dan penuh ketelitian. Akhirnya saya menemukan hal-hal yang tidak sesuai dalam penyusunannya, baik yang dari sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan.
Adapun hasil analisis makalah yang saya tinjau dari sisi isi, tulisan dan penuturan yang ditampilkan ialah sebagai berikut :
- Tidak ada halaman sampul depan
- Tidak ada maksud penelitian yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah tertentu dan tahun tertentu.
- Tidak uaraian singkat dalam rangka apa makalah ini dibuat.
- Pernyataan terima kasih kepada pembimbing/guru/orang lain yang dipandang telah embantu dalam penyusunan makalah ini tidak ada.
- Pernyataan keterbukaan penulis terhadap kekurangan dan rasa tanggung jawab terhadap setiap kesalahan pada makalah ini tidak ada.
- Masih adanya kesalahn peletakan yanda baca pada sebagian teks
- Di dalam makalah ini tidak ada penomoran bab. Seperti: BAB I, BAB II, BAB III,....dst.
- Pendahuluan semestinya menjadi suatu bab bukan sub bab dari judul makalah
- Karena pendahuluan adalah bab, maka pendahuluan seharusnya ditulis dengan huruf kapital semuanya
- Di dalam pendahuluan makalah ini tidak ada rumusan masalah dan tujuan penulisan. Yang ada hanya latar belakang masalah saja
- Penomoran halaman pada bagian pendahuluan semestinya menggunakan angka romawi dan diketik pada bagian tengah bawah
- Pada makalah ini sebagian dari pendahuluan diketik satu halaman dengan isi. Semestinya tidak
- Sub-sub bab pada suatu makal semestinya di ketik dengan menggunkan huruf kapital semua. Sedangkan pada makalah ini tidak
- Antara sub bab dengan kalimat di bawahnya dan rincian dari sub bab dan seterusnya dalam makalah ini tidak berjarak 1,5 spasi seperti yang semestinya
- Bagian penutup seharusnya menjadi halaman pertama pada bab yang terakhir dan tidak berada satu halaman dengan sebagian isi.
- Untuk bagian penutup bisa lebih di perjelas dengan sub bab berupa simpulan lalu di tambah dengan saran
- Secara keseluruhan, makalah ini tidak mempunyai bagian utama yang seharusnya dimilikii suatu karangan ilmiah yaitu bagian awal, bagian teks, dan bagian akhir yang baik dan sesuai dengan ketentuan. Seperti tidak adanya daftar pustaka. Walaupun sudah ada catatan kaki. Tidak ada cover, halaman judul, halaman kata pengantar, dan halaman daftar isi.
- Struktur kalimat yang di gunakan seharusnya lebih diperhatikan juga. Karena pada saat saya membacanya ada sesuatu yang tidak enak.
- Ada kalimat topik yang yang terlalu rinci sehingga menyebabkan tidak adanya lagi informasi. Contoh : “berkat bimbingan kedua ibu bapaknya, ditambah dengan kecerdasan otak dan kerajinannya, muhammad bin Abdull wahhab telah berjaya menghafal al-Quran 30 juz sebelum berusia 10 tahun.”
- Kata-kata yang digunakan masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia yang baik.
- Kalimat penyimpulnya juga tidak ada
- Keutuhan dan keruntutannya juga tidak ada, karena tidak ada penjelasan secara tuntas terhadap kalimat topik
- Keruntutan dari paragraf satu ke paragraf yang lainnya juga aga sedikit kacau. Seperti keruntutan berdasarkan atas tingi rendahnya derajat nilai butir-butir pikiran.
- Pengetikan kata-kata yang banyak huruf-huruf yang ketinggalan menandakan kurangnya ketelitian pada saat mengetik.
- Pada bagian awal isi pembahasan dan beberapa pada bagian tengahnya, banyak sekali paragraf-paragraf yang hanya terdiri dari satu atau dua kalimat saja. (Lihat uraian dari bagian B. Biografi Muhammad bin Abdul Wahhab)
- Paragraf-paragraf tersebut tidak memenuhi unsur-unsur dalam satu paragraf, seperti: kalimat-kalimat penujang. Karena hanya ada satu kalimat saja.
Kita akui bahwa gerakan Wahabi telah berhasil mengembalikan umat Islam kedalam Aqidah yang murni yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw pada waktu itu. Namun barangkali kelemahan golongan Wahabi adalah semangat antirasionalismenya yang kelewat jauh, sehingga ijtihad yang dikumandangkannya tidak begitu efektif lantaran tidak diberikannya tempat yang wajar bagi intelektuaklisme.
PENUTUP
Alhamdulillah akhirnya analisis makalah “GERAKAN PEMURNIAN WAHABI : MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB” dapat selesai. Namun mengingat keterbatasan yang dimiliki dalam hal menganalisis saya mohon maaf sebesar-besarnya. serta kritik dan saran yang membangun selalu saya harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar