Manusia memang tidak pernah tahu, akan menjadi apa kelak hidupnya. Apakah akan menjadi orang yang terkenal? Atau sebaliknya. Apakah menjadi orang bahagia ? atau menjadi orang yang susah. Apakah akan menjadi orang selalu didambakan oleh orang lain ? karena selalu mampu memberikan kebaikan bagi orang lain. Apakah akan menjadi orang baik? Orang sukses? Orang kaya ? ataupun tidak.
Pertanyaan seperti itu mungkin pernah hinggap dalam benak setiap manusia, dan biasanya itu muncul ketika orang baru mencapai usia puber. Dimana seseorang berusaha mencari jati diri hidupnya.
Pada waktu inilah seseorang membutuhkan bimbingan dari orang yang berpengalaman dalam hidup, orang yang telah mersakan manis pahitnya kehidupan, serta pengajaran bagaimana seseeorang menjalani hidup dan memandang hidup ini dengan benar. Sehingga tidak terjadi yang namanya penyesalan dalam hidup yang selalu ada pada akhir kejadian. Peran guru juga orang tua serta orang-orang yang ada diilngkungan mampu memberikan perubahan dan bimbingan kearah yang yang tidak menyimpang, berbelok, menyesatkan bahkan jauh dari agama.
Orang yang ada pada masa ini memang rentan terhadap hal-hal yang buruk yang ada pada sekitarnya. Apa yang mereka lihat, dengar, rasakan serta yang mereka alami akan selalu memberikan warna bagi keoribadiannya. Apakah warna tersebut putih, hitam, kuning,ataupun bahkan campuran. Karena secara fisik mereka adalah apa yang mereka makan. Dan secara psikologis mereka adalah apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan.
Orang yang telah tidak muda alias orangtua hendaknya mau membagi pengalaman hidunya, dan tidak menjerumuskan orang yang lebih muda kearah yang mereka sendiri tidak menginginkan dan baru menyesal dikemudian hari, dengan tujuan agar nasib mereka sama dengan dirinya.
Itu sungguh suatu sikap yang yang tidak terpuji, dan berbahaya bagi kaum muda yang sedang berusaha mencari jati diri hidupnya. Itu adalah suatu penyakit hati yang perlu dikikis habis keakarnya dan jangan dibiarkan tumbuh dan berkembang dalam setiap diri oarng tua. Bagi anak muda hendaklah berhati-hati dalam mencari teman, karena kerap kali pengaruh teman memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan mental atau psikologis.
Dapatlah dijawab semua pertanyaan diatas jika kita berusaha untuk mengantisipasi semua hal tersebut dengan belajar pada pengalaman orang tua, dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk baik dari lingkungan, teman dan yang lainnya. Selalu berusaha berjalan secara lurus, positif, gigih, pantang menyerah, serta tidak putus asa. Usaha yang kita lakukan hendaknya pula dibarengi dengan berdo’a pada Tuhan, dan serahkan semua hasil yang ingin dicapai, karena semua yang kita anggap baik itu, belum tentu baik menurut pandangan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar