Saya bangga ketika melihat ada orang yang masih memegang kejujuran dan keadilan dalam prinsip hidupnya. Tidak semua pejabat yang ada di Indonesia ini mempunyai mental asal bapak senang, hobi korupsi, tujuannya menindas rakya kecil, merangkul orang-orang kaya demi merauk keuntungan bagi dirinya sendiri tanpa memperhatikan kemaslahatan bagi yang lainnya. Kita sebagai rakyat sangat mengharapkan perubahan dan perbaikan disegala bidang. Kita hidup sudah merdeka lebih dari 60 tahun, namun kesejahteraan yang dicapai belum mampu terwujud secara merata, seimbang, dan konsisten.
Kata-kata korupsi sering kali terdengar ditelinga, kapanpun dan dimanapun. Di stasiun televisi manapun kita sering melihat dan menyaksikan banyaknya pejabat yang terkena kasus korupsi. sungguh berbahaya memang penyakit korupsi ini, apalagi sudah menjadi tradisi di setiap instansi, bahkan melekat pada setiap individu. Saya khawatir dan takut jika menyakit ini sudah berurat dan mengakar kuat dalam diri seseorang maka yang terwujud bukanlah kesejateraan, kedamaian, kemakmuran, tetapi pengangguran, kemiskinan, kemelaratan, tindakan kriminal, dan yang berujung kepada kesengsaraan secara permanen.
Marilah kita berdo’a mudah-mudahan pada saat ini kita memang terpimpin oleh seorang pemimpin yang benar-benar tidak menghendaki adanya korupsi dan hal-hal lainnya yang memang dianggap menyimpang dari kebenaran dan mampu di sapu bersih tak bersisa sedikitpun. Namun tampaknya do’a saja belum cukup bagi kita agar bisa terbebas dari penyakit ini. Walaupun kita bukanlah orang yang mempunyai wewenang untuk menindak setiap ketidakadilan yang muncul, termasuk korupsi didalamnya, marilah kita segenap tenaga mulai menyingsingkan lengan baju untuk menerapkan budaya yang membenci korupsi terhadap generasi muda pada saat ini kapanpun dan dimanapun.
Mudah mudahan apa yang kita lakukan mampu memberikan perubahan meskipun tidak langsung dapat kita lihat dan rasakan kamanfaatannya dalam waktu dekat. Namun apa yang kita cita-citakan mampu terwujud kelak bagi generasi selanjutnya yaitu anak dan cucu kita nanti. Amien...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar